Sementara, harga nikel diperdagangkan di kisaran USD16.680 per ton dan menyentuh level terendah sejak awal Juli, seiring melimpahnya pasokan dalam jangka pendek yang menekan harga.
Sementara itu, mengutip Trading Economics, kuota produksi tambang Indonesia pada 2026 dilaporkan turun menjadi sekitar 260-270 juta ton, dari 379 juta ton pada 2025.
Para produsen juga mempertimbangkan pemangkasan produksi high-pressure acid leaching (HPAL) sekitar 30 persen, yang jika direalisasikan berpotensi membatasi pelemahan harga lebih lanjut. (Aldo Fernando)