Proyek ini didukung cadangan emas sekitar 1,9 juta ons dan diperkirakan memiliki umur tambang hingga 2041.
Dari sisi biaya, UOB Kay Hian memperkirakan biaya tunai (cash cost) sekitar USD1.150 per ons dan all-in sustaining cost (AISC) sekitar USD1.300 per ons. Sementara itu, total biaya termasuk royalti diperkirakan mencapai sekitar USD1.800 per ons.
Di sisi lain, bisnis batu bara Indika dinilai masih tetap solid. UOB Kay Hian memperkirakan kuota produksi anak usaha Indika, Kideco Jaya Agung, tetap berada di level 30,3 juta ton.
Hal itu sejalan dengan laporan bahwa produsen batu bara yang memasok kebutuhan pembangkit listrik nasional tidak mengalami pemangkasan kuota produksi.
Kewajiban pemenuhan pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) juga diperkirakan tetap stabil. Saat ini, porsi DMO Kideco mencapai sekitar 45 persen dari total produksi, jauh di atas target pemerintah yang berada pada kisaran 30-35 persen.