Selanjutnya, mulai 2027, proyek Awak Mas akan menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan kinerja perseroan. Kontribusi emas diperkirakan mencapai sekitar 75 persen terhadap laba bersih, meski sumbangannya terhadap pendapatan hanya sekitar 13 persen.
Atas prospek tersebut, UOB Kay Hian memulai cakupan saham INDY dengan rekomendasi beli dan target harga Rp3.050 per saham menggunakan metode penilaian sum-of-the-parts (SOTP).
Valuasi tersebut menggunakan asumsi weighted average cost of capital (WACC) sebesar 9,12 persen dan terminal growth rate minus 5 persen untuk proyek Awak Mas.
Analis juga menilai saham INDY saat ini diperdagangkan pada valuasi 7,7 kali price-to-earnings (PE) 2027, sedikit di atas rata-rata emiten batu bara tetapi masih lebih rendah dibandingkan emiten emas.
Seiring meningkatnya kontribusi bisnis emas dan berkurangnya ketergantungan terhadap batu bara, saham INDY dinilai berpotensi memperoleh rerating valuasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.