sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Emas Dinilai Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indika Energy (INDY)

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/07/2026 09:35 WIB
Prospek PT Indika Energy Tbk (INDY) dinilai memasuki babak baru seiring pengembangan tambang emas Awak Mas yang diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan.
Emas Dinilai Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indika Energy (INDY). (Foto: Indika)
Emas Dinilai Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indika Energy (INDY). (Foto: Indika)

IDXChannel - Prospek PT Indika Energy Tbk (INDY) dinilai memasuki babak baru seiring pengembangan tambang emas Awak Mas yang diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan laba dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam riset yang diterbitkan pada 28 Juli 2026, analis UOB Kay Hian, Benyamin Mikael dan Alden Gabriel Lam, menilai proyek emas Awak Mas akan mengurangi ketergantungan Indika terhadap bisnis batu bara sekaligus membuka peluang rerating valuasi.

Menurut UOB Kay Hian, pembangunan proyek Awak Mas masih berjalan sesuai jadwal.

Produksi uji coba ditargetkan dimulai pada Desember 2026, sedangkan operasi komersial diperkirakan dimulai pada Februari 2027.

Saat ini, pembangunan difokuskan pada pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC), pembangunan jalan angkut, fasilitas penyimpanan tailing, area pembuangan limbah, aktivitas pra-penambangan, fasilitas perkantoran dan kamp, hingga infrastruktur transmisi listrik.

Tambang tersebut ditargetkan memproduksi sekitar 100.000 ons emas per tahun pada tahap awal, dengan potensi meningkat menjadi 150.000 ons per tahun pada 2029.

Proyek ini didukung cadangan emas sekitar 1,9 juta ons dan diperkirakan memiliki umur tambang hingga 2041.

Dari sisi biaya, UOB Kay Hian memperkirakan biaya tunai (cash cost) sekitar USD1.150 per ons dan all-in sustaining cost (AISC) sekitar USD1.300 per ons. Sementara itu, total biaya termasuk royalti diperkirakan mencapai sekitar USD1.800 per ons.

Di sisi lain, bisnis batu bara Indika dinilai masih tetap solid. UOB Kay Hian memperkirakan kuota produksi anak usaha Indika, Kideco Jaya Agung, tetap berada di level 30,3 juta ton.

Hal itu sejalan dengan laporan bahwa produsen batu bara yang memasok kebutuhan pembangkit listrik nasional tidak mengalami pemangkasan kuota produksi.

Kewajiban pemenuhan pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) juga diperkirakan tetap stabil. Saat ini, porsi DMO Kideco mencapai sekitar 45 persen dari total produksi, jauh di atas target pemerintah yang berada pada kisaran 30-35 persen.

Dengan mulai beroperasinya Awak Mas, UOB Kay Hian memperkirakan laba bersih Indika melonjak menjadi USD101 juta pada 2027 atau naik 125 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut didorong produksi emas sekitar 80.000 ons pada tahun pertama operasi komersial.

Pada 2028, produksi emas diproyeksikan meningkat menjadi 100.000 ons, dengan asumsi harga emas mencapai USD4.080 per ons.

Secara keseluruhan, laba bersih Indika diperkirakan tumbuh 642 persen pada 2026, kemudian meningkat 125 persen pada 2027 dan bertambah 38 persen pada 2028.

Menurut UOB, lonjakan laba pada 2026 terutama didorong kenaikan harga batu bara.

Selanjutnya, mulai 2027, proyek Awak Mas akan menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan kinerja perseroan. Kontribusi emas diperkirakan mencapai sekitar 75 persen terhadap laba bersih, meski sumbangannya terhadap pendapatan hanya sekitar 13 persen.

Atas prospek tersebut, UOB Kay Hian memulai cakupan saham INDY dengan rekomendasi beli dan target harga Rp3.050 per saham menggunakan metode penilaian sum-of-the-parts (SOTP).

Valuasi tersebut menggunakan asumsi weighted average cost of capital (WACC) sebesar 9,12 persen dan terminal growth rate minus 5 persen untuk proyek Awak Mas.

Analis juga menilai saham INDY saat ini diperdagangkan pada valuasi 7,7 kali price-to-earnings (PE) 2027, sedikit di atas rata-rata emiten batu bara tetapi masih lebih rendah dibandingkan emiten emas.

Seiring meningkatnya kontribusi bisnis emas dan berkurangnya ketergantungan terhadap batu bara, saham INDY dinilai berpotensi memperoleh rerating valuasi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement