Imbal hasil yang telah disesuaikan dengan inflasi juga meningkat menjadi 2,72 persen dari 1,68 persen.
Kenaikan imbal hasil riil meningkatkan daya tarik aset berbunga dan dapat mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin.
Namun, harga emas relatif bertahan di tengah tekanan tersebut, salah satunya berkat pembelian bank sentral.
Bank sentral membeli sekitar 39 ton emas pada Agustus 2026, sementara Bank Sentral China (PBOC) melanjutkan pembelian selama 22 bulan berturut-turut.
Mirae mengidentifikasi periode berkepanjangan dengan imbal hasil riil tinggi sebagai risiko utama bagi harga emas.