Setelah pencatatan, harga sejumlah ETF sempat diperdagangkan hingga 29 persen di atas NAV. Per 19 Oktober, enam dari tujuh ETF tersebut telah diperdagangkan dalam rentang 3 persen dari NAV.
Likuiditas perdagangan yang masih tipis, kajian mengenai perlakuan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak, serta belum tersedianya konversi ke emas fisik juga menjadi sejumlah keterbatasan.
Karena itu, Mirae menilai ETF emas dapat menjadi pilihan praktis bagi investor saham yang ingin membangun alokasi emas, dengan catatan menggunakan limit order dan memantau selisih harga pasar terhadap NAV agar tidak membeli pada harga premium yang terlalu tinggi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.