Risiko lainnya mencakup penguatan dolar AS hingga DXY mencapai 108, kemungkinan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang mengurangi permintaan aset aman, serta perlambatan pembelian oleh bank sentral.
Bagi investor berbasis rupiah, penguatan mata uang domestik juga dapat mengurangi imbal hasil investasi emas yang dihargai dalam dolar AS.
Risiko ini akan semakin relevan apabila tekanan jual terhadap aset Indonesia terkait evaluasi MSCI mereda.
ETF emas menawarkan biaya transaksi lebih rendah
Selain prospek harga, Mirae menyoroti ETF emas sebagai alternatif investasi yang lebih efisien dari sisi biaya transaksi.
Lima ETF emas syariah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2026, disusul dua produk lainnya pada September.