IDXChannel - PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan melepas 30 persen saham kepada masyarakat.
Dalam prospektus awal IPO yang diterbitkan Minggu (21/6/2026), Esa Medika yang akan melantai perdana dengan kode emiten EMMI itu akan menerbitkan sekitar 522,86 juta saham baru atau setara 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di BEI.
Perusahaan penyedia alat kesehatan itu menetapkan harga penawaran antara Rp446-Rp515 per saham selama masa penawaran awal (book building). Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana di kisaran Rp233-Rp269 miliar.
Secara operasional, Esa Medika yang berdiri sejak tahun 2000 didukung oleh jaringan produksi dan distribusi. Kantor pusatnya ada di Esa 8 Building, Gading Serpong, Tangerang, Banten, sedangkan pabriknya berlokasi di Cikupa, Tangerang dan Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Selain itu, perseroan didukung oleh empat kantor perwakilan, serta kantor pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Kekuatan operasional tersebut memungkinkan perseroan dapat menjangkau kebutuhan fasilitas kesehatan secara lebih luas.
Esa Medika yang dimiliki oleh Surya Gunawan Widjaja itu memiliki visi untuk masuk dalam lima perusahaan penyedia alkes terbesar di Indonesia. Saat ini, perseroan menjalin kerja sama prinsipal dengan sejumlah merek seperti Medicon, Medtronik, Bowa, Penlon, hingga Air Liquide.
IPO Esa Medika akan dikawal oleh dua penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter), yakni BRI Danareksa Sekuritas (OD) dan Ina Sekuritas Indonesia (RB).
Masa penawaran awal (book building) akan berlangsung pada 22-24 Juni, sedangkan masa penawaran umum (offering) ditetapkan pada 2-6 Juli. Saham EMMI ditargetkan bisa dicatat secara perdana (listing) di BEI pada 8 Juli.
(Rahmat Fiansyah)