Penjualan komoditas batu bara dijalankan melalui dua jalur utama, yakni pasokan langsung di mulut tambang untuk PLTU maupun pembeli domestik lain, serta pengangkutan jalur kereta api menuju pelabuhan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
"PTBA saat ini mengelola 9 IUP dengan cadangan batu bara mencapai hampir 3 miliar ton dan total sumber daya mendekati 6 miliar ton atau sekitar 5,71 miliar ton. Penjualan kami lakukan melalui skema mulut tambang langsung ke PLTU maupun pembeli domestik lain, serta distribusi transportasi kereta api bersama PT KAI," ujar dia.
Sepanjang semester pertama tahun ini, operasional penambangan sempat menghadapi kendala cuaca akibat tingginya curah hujan di kuartal pertama yang menekan produksi sebesar 10 persen dan transportasi sebesar 6 persen, sebelum kembali pulih pada kuartal kedua.
Kendati realisasi volume penjualan terkoreksi tipis 2 persen, pemenuhan komitmen pasokan ke pasar domestik dan ekspor tetap terjaga berkat ketersediaan saldo persediaan dari tahun sebelumnya.
"Produksi kami sempat turun karena frekuensi hujan tinggi dan ketiadaan pre-strip yang membuat stripping ratio turun dari 5,63 menjadi 5,26, dengan panduan akhir tahun berada di level 5,63. Penjualan ekspor kami tertinggi dikirim ke Vietnam, disusul Bangladesh, Kamboja, dan India, sedangkan pasar domestik didominasi pasokan ke PLN sebesar 37 persen, mulut tambang 9 persen, serta industri semen, smelter, dan pupuk sekitar 5 persen," kata Una.