Meskipun volume produksi tertekan faktor cuaca, kinerja keuangan perseroan mencatatkan lompatan impresif berkat kenaikan harga jual rata-rata di pasar global yang terimbas ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Penurunan rasio pengupasan tanah yang menekan beban biaya kas serta tambahan perolehan laba dari anak perusahaan sukses melipatgandakan keuntungan bersih perseroan secara signifikan.
"Pendapatan kami meningkat 3 persen yang didorong kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5 persen akibat perang di Timur Tengah, bahkan pendapatan kuartal II naik 22 persen secara kuartalan, dan 8 persen secara tahunan. Penurunan beban pokok dan cash cost sebesar 3 persen mendorong laba bersih melonjak di atas 200 persen, yang sekaligus menopang capaian EBITDA bersama kenaikan depresiasi dan amortisasi," kata Una.
(NIA DEVIYANA)