Perseroan menilai, risiko kenaikan biaya investasi akibat fluktuasi harga pasar relatif terbatas. Hal ini karena sebagian besar kebutuhan belanja modal yang signifikan telah direalisasikan sebelumnya, sehingga perubahan harga komoditas maupun material tidak lagi memberikan dampak besar terhadap rencana investasi ke depan.
"Perusahaan belum memiliki rencana investasi besar tambahan setelah proyek-proyek yang sedang berjalan saat ini selesai," tulis manajemen dalam laporan hasil public expose di keterbukaan informasi dikutip Minggu (14/6/2026).
Hingga akhir kuartal I-2026, HRUM telah merealisasikan belanja modal sebesar USD139 juta atau sekitar 44,8 persen dari total anggaran capex tahun ini.
Dari nilai tersebut, sekitar USD137 juta atau hampir seluruh realisasi capex digunakan untuk pengembangan bisnis nikel. Sementara sisanya dialokasikan untuk mendukung kegiatan pertambangan, logistik, dan kebutuhan operasional lainnya.
(DESI ANGRIANI)