IDXChannel - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) tengah bersiap melakukan transformasi bisnis di bawah kendali pengendali baru, PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group. Perseroan berencana beralih haluan menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining & casting) terpadu.
GPSO berencana mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estat, dan perdagangan besar mesin industri.
"Langkah ini merupakan bagian dari visi Tjokro Group untuk menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap (one stop solution for mechanical) yang menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir," kata Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro lewat keterbukaan informasi dikutip Senin (27/4/2026).
Untuk mendukung operasional baru, GPSO akan mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa tanah seluas 15.400 m² di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting).
Nilai transaksi tesebut mencapai Rp78,5 miliar, yang merupakan 183,95 persen dari ekuitas GPSO per Desember 2025. Dengan membeli aset yang sudah siap produksi, GPSO dapat langsung mencatatkan pendapatan pada tahun 2026 tanpa harus memulai dari nol (set-up pabrik baru).
Selain itu, GPSO berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau rights issue sebanyak 66,67 juta saham baru atau setara 10 persen dari modal disetor. Seluruh dana hasil aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk membiayai sebagian pembelian aset JIC. Langkah ini diharapkan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas saham di bursa.
Berdasarkan kajian studi kelayakan, rencana transformasi ini menunjukkan indikator keuangan yang sangat positif di mana Internal Rate of Return (IRR) berada di level 34,77 persen, jauh di atas tingkat diskonto 14,00 persen. Sementara itu, Net Present Value (NPV) bernilai positif sebesar Rp86,63 miliar dengan payback period alias pengembalian investasi dalam waktu 5 tahun 1 bulan.
Keputusan penting ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026. Mengingat transaksi ini bersifat material dan terafiliasi, persetujuan dari pemegang saham independen menjadi kunci utama pelaksanaan transformasi ini.
Sinergi dengan Tjokro Group yang memiliki pengalaman lebih dari 57 tahun di industri mekanikal memberikan GPSO "tiket masuk" yang kuat ke pasar OEM otomotif dan alat berat. Jika rencana ini berjalan mulus, GPSO tidak lagi hanya menjadi trader, melainkan produsen dengan nilai tambah tinggi, yang berpotensi meningkatkan kinerja fundamental perseroan dalam jangka panjang.
(Rahmat Fiansyah)