Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengatakan, kolaborasi ini untuk menurunkan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi kawasan. Sumber energi yang disiapkan mencakup gas pipa, biometana bersertifikat ISCC, PTLS, Battery Energy Storage System (BESS), hingga kredit karbon.
"Tahun ini kerja sama keduanya difokuskan pada penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka," ujar Agung.
Pertamina juga menjajaki pengembangan hidrogen hijau untuk mendukung transportasi rendah karbon, termasuk konsep Transit Oriented Development (TOD) City di Jababeka. Limbah dari sekitar 2.000 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka akan diolah menjadi gas untuk pembuatan hidrogen.
(Rahmat Fiansyah)