sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Garap Hilirisasi Nikel, SMGA Akuisisi Sebagian Saham Hengsheng

Market news editor Dinar Fitra Maghiszha
31/10/2025 22:32 WIB
PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) tengah menggarap hilirisasi komoditas nikel sebagai bagian dari langkah ekspansi perseroan.
Garap Hilirisasi Nikel, SMGA Akuisisi Sebagian Saham Hengsheng (Foto: iNews Media Group)
Garap Hilirisasi Nikel, SMGA Akuisisi Sebagian Saham Hengsheng (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) tengah menggarap hilirisasi komoditas nikel sebagai bagian dari langkah ekspansi perseroan. 

Kabar terbaru, perusahaan akan mengakuisisi sebagian saham PT Hengsheng New Energy Material Indonesia (Hengsheng). Hal ini tertuang dalam Perjanjian Kemitraan Strategis antara SMGA dengan PT Hengsheng New Energy Material Indonesia (Hengsheng).

Direktur SMGA, Hu Bo, menilai langkah ini menjadi bagian dari strategi besar SMGA dalam memperkuat rantai pasok hilirisasi nikel nasional.

Melalui kemitraan tersebut, SMGA akan mengakuisisi sebagian saham Hengsheng dan berkolaborasi dalam pengembangan fasilitas converter smelter.

Fasilitas produksi ini mengubah low-grade nickel matte menjadi high-grade nickel matte.

"SMGA ingin berada di garis depan transformasi industri mineral Indonesia dengan strategi hilirisasi yang kokoh dan berorientasi pada keberlanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Hu Bo menuturkan, fasilitas ini menggunakan teknologi Oxygen-Enriched Side Blowing Furnace (OESBF), teknologi pemurnian nikel terkini yang efisien, ramah lingkungan, dan diklaim telah teruji secara global.

"Komoditas curah seperti nikel dan batubara memang memiliki siklus naik-turun, namun kami yakin permintaan untuk bahan baku energi baru akan terus meningkat," tutur dia.

Dia menambahkan, kebutuhan nikel global untuk produksi baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi meningkat pesat.

Menurutnya, permintaan nikel bakal meningkat dari 545 ribu ton logam pada 2024 menjadi lebih dari 1,5 juta ton pada 2030, tumbuh sekitar 18,7 persen per tahun.

"Ini peluang besar yang ingin kami tangkap bersama Hengsheng,” ujar Hu Bo.

Dalam kemitraan ini, SMGA akan berperan aktif dalam penyediaan bahan baku strategis seperti batubara, nikel ore, dan black mass hasil daur ulang baterai.

SMGA juga akan memastikan kelancaran pengadaan converter smelter agar Hengsheng dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal.

Teknologi OESBF yang digunakan Hengsheng menjadi salah satu faktor utama kerja sama ini. Teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pemurnian, tetapi juga menekan emisi dan polusi secara signifikan, sejalan dengan agenda dekarbonisasi industri nasional.

"Teknologi OESBF terbukti unggul dalam efisiensi energi dan pengendalian limbah. Ini solusi ideal untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas industri dan tanggung jawab lingkungan," katanya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement