Rahmat menegaskan, bahwa proses heavy maintenance ini diperlukan untuk memastikan standar keselamatan dan kelaikan terbang tetap terjaga.
Sejalan dengan kondisi ini, kata dia, perseroan sejak akhir 2024 telah mendatangkan empat pesawat narrow body yakni Boeing 737-800NG (PK-GUF dan PK-GUG), sementara itu dua lainnya (PK-GUH dan PK-GUI) mulai beroperasi pada kuartal II 2025.
"Langkah ini sejalan dengan pemulihan permintaan dan peningkatan trafik penumpang pasca pandemi serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional," ujar Rahmat.
Optimalisasi ini, kata dia, ke depannya terus diselaraskan dengan outlook kinerja perusahaan sesuai dengan pertumbuhan demand pasar, guna memastikan penguatan landasan kinerja usaha dapat senantiasa terjaga secara berkelanjutan.
"Garuda Indonesia optimistis dapat terus bertransformasi menjadi maskapai yang agile dan berdaya saing, menghadirkan layanan udara yang aman dan andal bagi masyarakat," katanya.
(Rahmat Fiansyah)