Kedua, harga minyak berpeluang bertahan tinggi apabila konflik geopolitik terus berlanjut dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan.
Selain itu, pengurangan ekspor dari China juga berpotensi membuat pasokan bahan bakar di kawasan Asia semakin ketat, yang dapat memicu kenaikan harga energi di pasar regional.
BRI Danareksa menilai kondisi tersebut cenderung mendorong sentimen risk-off di pasar global. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya lebih berhati-hati dengan mengalihkan dana ke aset safe haven dan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti saham.
Sebelumnya, BRI Danareksa menilai kenaikan IHSG pada Kamis (6/3) masih bersifat terbatas dan cenderung merupakan rebound teknikal jangka pendek (dead cat bounce) di tengah tren koreksi yang masih berlangsung.
Dalam risetnya pada Kamis (5/3), analis BRI Danareksa menilai pasar kini akan mencermati dua level teknikal penting. Area support berada di 7.500, yang dinilai berpotensi menjadi penahan penurunan berikutnya.