Sepanjang pekan ini, IHSG praktis hanya mencatatkan penguatan satu kali, yakni pada Kamis (5/3) sebesar 1,76 persen, sementara pada hari-hari lainnya indeks bergerak turun cukup tajam.
Akibatnya, dalam sepekan indeks acuan tersebut telah terkoreksi 7,93 persen. Pada periode yang sama, investor asing juga tercatat melakukan jual bersih (net sell) Rp2,97 triliun di pasar reguler.
BRI Danareksa Sekuritas menulis, pemerintah China meminta sejumlah kilang domestik untuk menghentikan kontrak baru ekspor solar dan bensin, serta meninjau kembali pengiriman yang telah direncanakan.
Mengutip riset BRI Danareksa pada Jumat (6/3), langkah tersebut ditempuh untuk mengamankan pasokan energi domestik di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, United States, dan Israel.
Kebijakan itu berpotensi menimbulkan sejumlah dampak bagi pasar energi global. Pertama, risiko gangguan pasokan energi dunia meningkat seiring berkurangnya potensi ekspor bahan bakar dari China.