Hingga akhir 2025, BALI mengelola 3.762 site menara dengan total 1.899 penyewa. Pada bisnis FTTX, jumlah home-passed mencapai 274.311 unit dengan 59.956 pelanggan residensial dan 1.452 pelanggan korporasi.
Di lain pihak, jumlah titik VSAT RTGS yang telah beroperasi mencapai 6.282 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menopang pertumbuhan tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp239 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk menambah sekitar 62 unit menara MCP, membangun sekitar 500 titik VSAT RTGS baru, serta memperluas jaringan FTTX melalui penambahan sekitar 20.000 home-passed.
Manajemen BALI juga akan memperkuat strategi pemasaran yang lebih berorientasi pada pelanggan, mengoptimalkan kolokasi menara, meningkatkan kualitas layanan dan keandalan jaringan, serta mempercepat ekspansi fiber optik di wilayah padat penduduk.
Selain itu, perseroan akan melanjutkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur MCP guna mendukung digitalisasi dan konsep kota cerdas di berbagai daerah.
"Kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Lily.