IDXChannel – Saham emiten Grup Bakrie, yang sebagian dikendalikan Grup Salim, mengawali perdagangan awal 2026 dengan lonjakan harga pada Jumat (2/1/2026).
Kinerja positif ini melanjutkan tren penguatan sejak 2025, seiring sentimen aksi korporasi dan rencana ekspansi ke depan.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat 11,94 persen ke level Rp750 per unit pada perdagangan Jumat, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di Rp760 per unit pada pertengahan sesi.
Level tersebut melampaui rekor intraday sebelumnya di Rp745 yang tercatat pada 30 Desember 2025. Sementara, rekor historis lama saham DEWA terjadi pada 18 Oktober 2007 di level Rp740 per unit.
Sebelumnya, DEWA mengantongi kredit sindikasi senilai total Rp5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada 30 Desember 2025.
Fasilitas kredit tersebut terdiri atas kredit investasi dan kredit modal kerja yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan operasional perseroan ke depan.
Dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/12/2025) kredit investasi diberikan dengan nilai Rp3,39 triliun dan terbagi ke dalam dua tranche.
Tranche A senilai Rp2,144 triliun dialokasikan untuk pembiayaan kembali fasilitas kredit investasi eksisting perseroan. Kemudian Tranche B sebesar Rp1,246 triliun untuk pembiayaan pembelian mesin, alat berat, dan/atau peralatan pendukung lainnya.
Kredit investasi tersebut memiliki jangka waktu lima tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Sementara suku bunga pinjaman ditetapkan sebesar Compounded INDONIA 90 hari ditambah margin, dengan tingkat bunga efektif sekitar 6,75 persen.
Selain itu, perseroan juga memperoleh kredit modal kerja senilai Rp1,61 triliun yang akan dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali fasilitas kredit modal kerja eksisting serta mendukung kebutuhan modal kerja Perseroan. Fasilitas ini memiliki tenor dua tahun sejak penandatanganan perjanjian, dengan skema suku bunga yang sama.
Manajemen Darma Henwa mengatakan, fasilitas pinjaman tersebut akan meningkatkan kewajiban perseroan, namun pada saat yang sama memberikan dampak positif terhadap likuiditas, karena mendukung pembiayaan operasional yang berkontribusi terhadap kinerja keuangan.
Selain DEWA, saham tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melejit 14,75 persen ke Rp420 per unit, level tertinggi sejak Mei 2017. Dalam sepekan terakhir, saham BUMI melompat 16,02 persen.
Saham anak usaha BUMI, tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga meningkat 7,27 persen ke Rp1.180 per unit pada Jumat.
Demikian pula, saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terkerek 17,16 persen ke Rp990 per unit usai sempat ke Rp1.045 per unit, menjadi level tertinggi sepanjang masa emiten bus listrik tersebut.
Tidak ketinggalan, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terapresiasi 9,45 persen ke Rp139 per unit, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) naik 4,8 persen, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tumbuh 2,50 persen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.