Menurut dia, pemecahan nilai nominal saham memperluas akses investor ritel untuk masuk ke saham-saham tersebut.
"Publik menilai bahwa stock split memberikan akses yang lebih mudah bagi investor untuk melakukan pembelian," ujarnya.
Selain faktor aksi korporasi, Michael melihat BUVA dan MINA masih menyimpan daya tarik dari sisi fundamental, terutama terkait aset lahan yang dimiliki di Bali.
"BUVA dan MINA dinilai kuat bagi investor karena kepemilikan lahan di Bali sebagai turnaround story bagi manajemen," katanya.
Ia menambahkan, prospek tersebut turut diperkuat oleh wacana pemerintah yang ingin meningkatkan peran Bali sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.