Dengan kapabilitas kinerja yang semakin kuat dan adaptif, Andi yakin GMFI bakal terus mampu mengembangkan bisnisnya dengan membuka sejumlah peluang baru, demi memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global.
Pada bisnis perawatan pesawat komersial, misalnya, GMFI berhasil mempertahankan sejumlah pelanggan utama, seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific. Di luar itu, GMFI juga terus menambah pelanggan baru, antara lain One Air, Air Swift, dan Texel Air.
Tak hanya itu, GMFI juga memperkuat sinergi dengan Sang Induk Usaha, yaitu Garuda Indonesia Group, melalui reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia sepanjang 2025.
Selain itu, GMFI juga memperkuat bisnis di sektor pertahanan, dengan menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat serta dua pesawat VIP Boeing 737-800 di sepanjang 2024 lalu.
"GMFI turut memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerjasama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) pesawat tempur Rafale," ujar Andi.