sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Genjot Ekspansi, Garuda Maintenance (GMFI) Kejar Target Laba USD35,1 Juta hingga Akhir Tahun

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
22/05/2026 19:18 WIB
epanjang 2025 lalu GMFI berhasil mengantongi nilai pendapatan usaha sebesar USD491,9 juta, dengan porsi laba bersihsebesar USD33,9 juta.
Genjot Ekspansi, Garuda Maintenance (GMFI) Kejar Target Laba USD35,1 Juta hingga Akhir Tahun (foto: iNews Media Group)
Genjot Ekspansi, Garuda Maintenance (GMFI) Kejar Target Laba USD35,1 Juta hingga Akhir Tahun (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) telah menetapkan target kinerjanya di 2026 ini, dengan perolehan pendapatan usaha diharapkan dapat mencapai USD542,8 juta hingga akhir tahun.

Jika target tersebut dapat terealisasi, anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu juga berharap bisa menyisihkan laba bersih sedikitnya USD35,1 juta dalam setahun penuh (full year).

"(Target) Kinerja di 2026 ini akan ditopang oleh bisnis maintenance, repair and overhaul (MRO), serta upaya ekspansi Perseroan di sektor pertahanan," ujar Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Sebagai pembanding, sepanjang 2025 lalu GMFI berhasil mengantongi nilai pendapatan usaha sebesar USD491,9 juta, dengan porsi laba bersihsebesar USD33,9 juta.

Guna memastikan tren kinerja yang berkelanjutan, menurut Andi, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa memperkuat fundamental operasional, sekaligus memperluas peluang bisnis di industri aviasi dan sektor pendukung lainnya.

Dengan kapabilitas kinerja yang semakin kuat dan adaptif, Andi yakin GMFI bakal terus mampu mengembangkan bisnisnya dengan membuka sejumlah peluang baru, demi memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global.

Pada bisnis perawatan pesawat komersial, misalnya, GMFI berhasil mempertahankan sejumlah pelanggan utama, seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific. Di luar itu, GMFI juga terus menambah pelanggan baru, antara lain One Air, Air Swift, dan Texel Air.

Tak hanya itu, GMFI juga memperkuat sinergi dengan Sang Induk Usaha, yaitu Garuda Indonesia Group, melalui reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia sepanjang 2025.

Selain itu, GMFI juga memperkuat bisnis di sektor pertahanan, dengan menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat serta dua pesawat VIP Boeing 737-800 di sepanjang 2024 lalu.

"GMFI turut memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerjasama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) pesawat tempur Rafale," ujar Andi.

Sementara, Andi juga menyatakan bahwa pihaknya kini telah menemukan sumber pertumbuhan bisnis baru, melalui lini bisnis non-commercial aircraft yang mencakup Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services.

Klaim itu didasarkan pada kemampuan lini bisnis tersebut untuk terus tumbuh, dengan capaian pendapatan yang meningkat 59,9 persen di 2025 lalu, menjadi USD36,7 juta hingga akhir tahun.

Selain memperluas pasar, GMFI juga meningkatkan kapasitas operasional melalui pembangunan hanggar door di Hanggar 1 dan pengembangan Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement