sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Giant Tutup Enam Gerai, Ini Komentar Aprindo

Market news editor Fahmi Abidin
24/06/2019 11:30 WIB
Keputusan menutup sejumlah gerai milik PT Hero Supermarket dinilai berbagai kalangan sebagai akibat dari dampak persaingan menghadapi era digital, benarkah?
Giant Tutup Enam Gerai, Ini Komentar Aprindo. (Foto: IDXChannel/Nusa)
Giant Tutup Enam Gerai, Ini Komentar Aprindo. (Foto: IDXChannel/Nusa)

IDXChannel – Keputusan untuk menutup sejumlah gerai milik PT Hero Supermarket dinilai berbagai kalangan sebagai akibat dari dampak persaingan menghadapi era digital terutama belanja online. Benarkah demikian?

Kabar terkait dengan penutupan gerai Giant sudah masuk ke telinga Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dimana Hero Supermarket menjadi salah satu anggotanya. Ketua Aprindo Roy Mandey mengaku belum menerima laporan resminya. ”Sampai hari ini (kemarin, Red), kami belum mendapat rilis resmi dari anggota kami ini (Hero Supermarket, Red),” tutur Roy.

Roy menyebutkan, dari pengamatan dan diskusi dengan anggotanya, khususnya pihak Hero Supermarket, penutupan gerai adalah salah satu langkah korporasi untuk mengubah model bisnis. Model gerai ritel dengan large size area akan dikurangi untuk beralih ke medium size area.

”Itu karena perilaku konsumen saat ini sudah berbeda. Mereka sudah tidak ingin berlama-lama berkeliling. Mereka maunya direct buying. Masuk ritel, cari barang yang dimau, langsung bayar,” ungkap Roy.

Roy juga melihat bahwa penutupan tersebut bisa terkait dengan lokasi. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pelaku industri ritel perlu mencari lokasi terbaik untuk gerainya. Jika memang gerai di suatu lokasi tak menunjukkan performa penjualan yang baik, wajar saja pelaku ritel berpikir untuk menutupnya, kemudian mencari lokasi baru yang lebih strategis.

”Harus relokasi ke daerah yang lebih menjanjikan. Jika tidak, justru menjadi beban perusahaan,” urai Roy.

Roy menegaskan, jika melihat data terakhir 2018, kondisi keuangan Giant tidak mengkhawatirkan. ”Masih menunjukkan kenaikan laba bersih,” tegasnya.

Ada kemungkinan juga pelaku usaha ritel mengubah konsep ritelnya menjadi lebih mixed-use. Tak hanya berjualan barang seperti ritel konvensional, tetapi juga mengombinasikan dengan lebih banyak gerai kuliner dan sebagainya.

PT Hero Supermarket Tbk yang memiliki brand Giant dan Hero memutuskan menutup enam gerai Giant miliknya di Jakarta yakni Giant di Cinere Mall, Mampang, Pondok Timur, Jatimakmur, Cibubur dan Wisma Asri.

Konsumen pun sudah mendapat pemberitahuan, seperti halnya di Giant Ekspres Mampang misalnya, terdapat spanduk pengumuman bahwa gerai akan tutup dan menggelar diskon barang hingga 50 persen.

Penutupan tersebut dikabarkan efektif mulai 28 Juli 2019. Sampai berita ini ditulis, memang belum ada konfirmasi yang detail soal alasan Hero Supermarket menutup enam gerai tersebut.

IDX Channel lantas menghubungi External Communication Manager Hero Supermarket Fia Arwinta, namun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi. (*)

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement