IDXChannel – Saham-saham perkebunan kelapa sawit dan produsen crude palm oil (CPO) bergerak menguat pada perdagangan Selasa (31/3/2026), seiring sentimen positif kebijakan biodiesel B50 yang mendorong optimisme terhadap prospek permintaan domestik.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.24 WIB, saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) melesat 9,19 persen ke Rp202 per unit, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) melambung 8,94 persen ke Rp134 per unit, dan Jhonlin Agro Raya (JARR) naik 4,12 persen ke Rp2.020.
Sementara itu, Tunas Baru Lampung (TBLA) menguat 2,99 persen ke Rp690 dan Pulau Subur (PTPS) naik 2,54 persen ke Rp202.
Kenaikan juga terjadi pada Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR) yang naik 2,27 persen dan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) menguat 2,11 persen.
Sementara itu, Astra Agro Lestari (AALI) cenderung stagnan, Triputra Agro Persada (TAPG) terimbas aksi ambil untung (profit taking) dengan turun 0,27 persen, London Sumatra Indonesia (LSIP) melemah 0,69 persen.
Tidak hanya itu, Salim Ivomas Pratama (SIMP) juga dilanda profit taking, turun 2,33 persen dan Dharma Satya Nusantara (DSNG) melemah 2,89 persen.
Sentimen positif sektor sawit turut ditopang prospek peningkatan konsumsi biodiesel dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan melanjutkan program biodiesel berbasis sawit B50 pada tahun ini saat kunjungan resmi ke Jepang.
“Kami akan bergerak besar-besaran di sektor biofuel,” ujar Prabowo dalam forum bisnis menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Senin (30/3/2026), seperti dikutip Reuters.
“Tahun ini kami akan memproduksi solar dari minyak sawit dan meningkatkan campurannya dari 40 persen menjadi 50 persen,” imbuh Prabowo.
Sebelumnya, pemerintah sempat membatalkan rencana peluncuran B50 pada Januari lalu karena kendala teknis dan pendanaan sehingga tetap menjalankan campuran B40.
Namun, rencana tersebut kembali dibahas seiring gangguan pasokan energi global akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Dari pasar global, harga minyak kelapa sawit (CPO) Malaysia melemah pada perdagangan Selasa (31/3) setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, tertekan oleh pelemahan minyak kedelai dan harga minyak mentah.
Meski demikian, CPO masih berada di jalur kenaikan bulanan terbesar dalam empat tahun terakhir.
Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,46 persen menjadi 4.750 ringgit Malaysia per ton pada awal perdagangan.
Sepanjang Maret, kontrak tersebut telah menguat 18,75 persen dan berpeluang mencatat kenaikan bulanan tertinggi sejak April 2022. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.