AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Global Dinamika Kencana (GDK) Ambil Alih Saham Nusa Konstruksi (DGIK)

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 08 Oktober 2021 11:53 WIB
Total jumlah pembelian tersebut setara dengan 51,85 persen kepemilikan di DGIK, yang menjadikan GDK menjadi pemegang saham pengendali di DGIK.
Global Dinamika Kencana (GDK) Ambil Alih Saham Nusa Konstruksi (DGIK) (FOTO:MNC Media)
Global Dinamika Kencana (GDK) Ambil Alih Saham Nusa Konstruksi (DGIK) (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyampaikan, telah terjadi perubahan saham pengendali dalam struktur pemegang saham Perseroan dari PT Lintas Kebayoran Kota pemegang saham pengendali sebelumnya menjadi PT Global Dinamika Kencana (GDK) sebagai pemegang saham pengendali baru. 

Seperti diketahui, GDK adalah pemilik perusahaan konstruksi PT Dirgantara Yudha Arta (Dirgantara) yang secara size lebih besar dari DGIK. 

Perubahan tersebut terjadi setelah GDK melakukan pembelian sebanyak 2.873.092.300 lembar saham, yang dimiliki PT Lintas Kebayoran Kota, PT Lokasindo Aditama, PT Rezeki Segitiga  

Emas dan PT Multidaya Hutama Indokarunia. Total jumlah pembelian tersebut setara dengan 51,85 persen kepemilikan di DGIK, yang menjadikan GDK menjadi pemegang saham pengendali di DGIK.  

Adapun pembelian dilakukan pada harga Rp80 per lembar saham sehingga total nilai transaksi sebesar Rp229,85 miliar dan pasca transaksi GDK memiliki kewajiban untuk melaksanakan tender offer terhadap kepemilikan publik sebagaimana diatur dalam POJK 9/2018. 

Corporate Secretary Nusa Konstruksi Enjiniring, Almanda Pohan menyampaikan bahwa Perseroan mendapatkan pengendali baru yaitu PT Global Dinamika Kencana (GDK). GDK group di sektor jasa konstruksi bukanlah nama baru, karena GDK juga merupakan 

perusahaan pengendali di perusahaan konstruksi nasional PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara).  

Ke depan tentu akan dilakukan sinergi dimana GDK akan mengkonsolidasikan bisnis jasa konstruksinya. Akuisisi ini secara tidak langsung akan menjadi jalan masuknya secara penuh bisnis konstruksi GDK ke pasar modal.  

“Akuisisi atau pembelian ini bisa dikategorikan bagian dari ekspansi bisnis GDK group untuk meningkatkan size di sektor konstruksi, DGIK akan semakin besar lagi dan kuat dengan masuknya GDK sebagai pemegang saham pengendali," ujar Almanda dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (8/10/2021). 

Sebagai tambahan informasi, PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara) merupakan perusahaan konstruksi yang sudah berdiri sejak tahun 1990, Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, Tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.  

Dengan akuisisi DGIK maka PT Global Dinamika Kencana (GDK) saat ini memiliki dua anak usaha yang telah listing di Bursa Efek Indonesia yaitu PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang bergerak disektor Healthcare dan DGIK sendiri. 

Dalam jangka pendek agenda terdekat selain kewajiban pelaksanaan tender offer adalah pelaksanaan RUPS untuk memperkuat jajaran manajemen perseroan. Berikutnya tentu adalah agenda utamanya yaitu sinergi Dirgantara dan DGIK. Dengan latar belakang yang sama sebagai perusahaan kontruksi tentu proses sinergi akan bisa lebih cepat dalam memberikan nilai tambah. 

Almanda menyatakan, saat ini penting bagi perusahaan konstruksi untuk mendapat dukungan yang kuat untuk pendanaan. Mengingat kondisi saat ini, dimana perbankan masih belum agresif untuk penyaluran kreditnya dan kondisi tersebut selain karena kondisi permintaan, tidak bisa dilepaskan dari tingginya rasio NPL di sektor konstruksi.  

"Dengan mulai pulihnya sektor kontruksi, maka masuknya GDK sebagai pengendali baru menjadi momentum yang tepat, menjadi energi baru dan modal yang kuat untuk tumbuh,” ucap Almanda.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD