Kondisi tersebut dapat membuat harga saham di pasar mencerminkan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan harga yang bersedia dibayarkan untuk mengambil alih blok saham pengendali dalam jumlah besar.
Selain itu, prospek jangka panjang batu bara termal menghadapi tekanan dari peralihan menuju energi yang lebih bersih. Industri batu bara Indonesia juga tengah menghadapi kebijakan pembatasan produksi yang menekan sejumlah perusahaan tambang.
Bayan disebut menjadi salah satu produsen yang paling terdampak pemangkasan kuota produksi. Sementara itu, sejumlah pesaing seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) relatif terhindar dari pemangkasan besar.
Haji Isam Berpotensi Jadi Raja Batu Bara
Jika transaksi terealisasi, akuisisi tersebut akan memperbesar dominasi Haji Isam di industri batu bara nasional.
Melalui PT Jhonlin Group, Haji Isam telah memiliki bisnis pertambangan batu bara. Grup tersebut pada tahun ini mengajukan kuota produksi sekitar 60 juta ton.