Dengan tambahan kepemilikan 62 persen di Bayan Resources, Haji Isam berpotensi menjadi pengusaha batu bara terbesar di Asia Tenggara.
Bayan juga memiliki bisnis pendukung berupa pengoperasian fasilitas pelabuhan. Perseroan menjual sekitar 68 juta ton batu bara pada tahun lalu dan membukukan pendapatan sekitar USD3,4 miliar.
Rencana transaksi ini muncul ketika industri batu bara domestik menghadapi kondisi perdagangan yang menantang.
Pemerintah memangkas kuota produksi sejumlah produsen besar untuk menopang harga batu bara, sementara beberapa perusahaan juga terkena denda terkait pelanggaran perizinan kehutanan.
Gerak Saham BYAN-JARR Cs
Kabar mengenai potensi akuisisi tersebut turut menjadi perhatian investor di pasar saham.