Sebelumnya, Indo Premier Sekuritas menilai prospek ADMR semakin solid memasuki 2026, ditopang pemulihan harga batu bara metalurgi (met-coal) dan ketatnya pasokan aluminium global.
Dalam riset yang terbit pada 12 November 2025, analis menyebut outlook kedua komoditas itu cenderung positif meski permintaan dari industri hilir masih bervariasi.
Indo Premier menaikkan proyeksi laba bersih ADMR masing-masing sebesar 10 persen untuk 2026 dan 20 persen untuk 2027.
Asumsi harga jual aluminium dinaikkan menjadi USD2.900 per ton tahun depan, sementara volume penjualan diperkirakan lebih konservatif di 325 ribu ton karena fase ramp-up pabrik baru.
Biaya produksi diproyeksikan berada di USD2.300 per ton pada 2026 dan turun menjadi USD2.100 per ton pada 2027 seiring peningkatan efisiensi.