Meski demikian, harga CPO masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,4 persen, memutus tren pelemahan dua pekan sebelumnya.
Dukungan datang dari pembeli utama, India, di mana impor minyak sawit pada Januari melonjak 51 persen secara bulanan ke level tertinggi dalam empat bulan.
Pada saat yang sama, persediaan Malaysia turun 7,7 persen dan produksi merosot 13,8 persen, sehingga memperketat pasokan.
Di Indonesia, yang merupakan produsen terbesar dunia, kesepakatan dagang baru dengan AS mempertahankan tarif yang lebih rendah sebesar 19 persen, jauh di bawah usulan awal 32 persen.
Kesepakatan tersebut juga memberikan akses bebas tarif untuk sejumlah komoditas, termasuk minyak sawit. (Aldo Fernando)