Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 1,5 persen, sementara kontrak minyak sawit merosot 2,76 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik tipis 0,13 persen.
Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Ringgit Malaysia, mata uang yang digunakan dalam perdagangan minyak sawit, melemah 0,6 persen terhadap dolar AS.
Pelemahan ini membuat minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Sementara itu, harga minyak mentah menguat setelah memangkas sebagian kerugian tajam pada sesi sebelumnya.