sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Melemah, Ekspektasi Produksi Tinggi Redam Sentimen

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/06/2026 14:54 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Selasa (30/6) seiring tekanan dari turunnya harga minyak kedelai serta ekspektasi kenaikan produksi.
Harga CPO Melemah, Ekspektasi Produksi Tinggi Redam Sentimen. (Foto: Magnific)
Harga CPO Melemah, Ekspektasi Produksi Tinggi Redam Sentimen. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Selasa (30/6) seiring tekanan dari turunnya harga minyak kedelai serta ekspektasi kenaikan produksi.

Meski demikian, kontrak minyak sawit masih berpotensi mencatatkan kenaikan secara bulanan.

Kontrak CPO acuan pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,85 persen menjadi 4.549 ringgit per ton hingga pukul 14.32 WIB.

Sepanjang bulan ini, kontrak tersebut telah menguat 1,10 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut.

"Pasar bergerak lebih rendah mengikuti pelemahan harga minyak kedelai selama perdagangan Asia, sementara ekspektasi peningkatan produksi dalam beberapa pekan mendatang juga membebani sentimen," kata trader eksklusif di perusahaan perdagangan berbasis di Kuala Lumpur, Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, dikutip Reuters.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di bursa Dalian turun 0,11 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 0,25 persen. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai juga turun 0,51 persen.

Pergerakan minyak sawit kerap mengikuti harga minyak nabati pesaingnya karena komoditas ini bersaing untuk memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah melemah dan berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan kedua berturut-turut.

Investor mencermati kemungkinan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha di tengah gencatan senjata sementara yang masih rapuh dalam konflik yang telah berlangsung selama empat bulan.

Penurunan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang kurang menarik.

Pelaku pasar juga menantikan rilis estimasi ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang Juni dari sejumlah lembaga survei kargo pada hari ini.

Nilai tukar ringgit, mata uang yang digunakan dalam perdagangan minyak sawit, bergerak stabil terhadap dolar AS.

Di sisi lain, ekspor minyak sawit Indonesia, termasuk produk olahannya, mencapai 2,78 juta ton pada April, naik dari 1,78 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement