"Kami memperkirakan harga akan berada dalam kisaran MYR4.200 hingga MYR4.400 per ton pekan depan," ujarnya kepada Bernama.
Sementara itu, analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, mengatakan koreksi harga kemungkinan akan terjadi pekan ini setelah harga sawit tampak naik terlalu tinggi dan terlalu cepat.
"Fokusnya akan pada ekspor Malaysia 1-20 Oktober dan 1-25 Oktober yang diperkirakan akan melambat dari kenaikan 1-15 Oktober menyusul kenaikan harga produk tunai dan sawit yang terus dinilai terlalu tinggi dibandingkan minyak kedelai selama lebih dari sebulan.
"Fokus lainnya akan pada data produksi Malaysia 1-20 Oktober dari Asosiasi Minyak Sawit Malaysia," ujarnya. (Aldo Fernando)