IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik lebih dari 1 persen pada Kamis (2/4/2026) setelah melemah pada hari sebelumnya, didorong ketidakpastian konflik Timur Tengah serta ekspektasi penurunan produksi pada Maret yang menopang harga.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,36 persen menjadi 4.834 ringgit Malaysia per ton hingga jeda tengah hari.
Direktur broker Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam mengatakan pasar minyak sawit masih diliputi ketidakpastian di tengah negosiasi yang berlangsung, seiring sinyal campuran dari Washington dan Teheran membuat pelaku pasar belum yakin apakah konflik Timur Tengah akan mereda atau justru meningkat.
Di sisi pasokan, ia menilai data produksi menunjukkan kenaikan yang hanya tipis, dengan stok akhir Maret berada di kisaran 2 juta hingga 2,2 juta ton, level yang menopang pasar karena tren output secara bertahap terus menurun.
Menurut laporan Reuters, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dijadwalkan merilis data pasokan dan permintaan Maret pada 10 April.