Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,27 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melemah 0,28 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 1,4 persen.
Pergerakan minyak sawit mengikuti harga minyak nabati pesaing karena komoditas ini bersaing dalam pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah naik lebih dari USD5 per barel setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya akan melanjutkan serangan terhadap Iran tanpa memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi berkepanjangan.
Harga minyak mentah yang lebih lemah dapat membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,15 persen terhadap dolar AS sehingga membuat komoditas ini sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.