Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling bersaing di pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah tetap bertahan di level tinggi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan serangan di kawasan Teluk.
Gangguan arus pengiriman melalui Selat Hormuz dan ancaman penutupan jalur Laut Merah menopang harga minyak, sehingga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Dari sisi permintaan, mengutip Trading Economics, lembaga survei kargo melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-15 Juli naik antara 4 persen hingga 12,4 persen dibandingkan periode yang sama pada Juni.
Sementara itu, Malaysia menaikkan harga referensi CPO untuk Agustus, sehingga bea keluar ekspor tetap dipertahankan sebesar 10 persen.