Di sisi lain, Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (U.S. Climate Prediction Center) menyatakan fenomena El Nino menguat dalam sebulan terakhir dan diperkirakan semakin intensif sepanjang 2026 serta berlanjut hingga awal 2027.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produksi minyak sawit di kawasan Asia Tenggara dalam jangka menengah. (Aldo Fernando)