IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat 2 persen pada perdagangan Selasa (1/9/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing dan minyak mentah.
Sentimen positif tersebut mampu mengimbangi tekanan dari data survei kargo yang menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia melambat pada Agustus.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2 persen menjadi 4.992 ringgit Malaysia per ton pada 15.15 WIB.
Penguatan ini memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan kontrak minyak sawit mentah menguat setelah harga minyak kedelai di Chicago serta kontrak olein sawit dan minyak kedelai di China naik selama perdagangan Asia. Kenaikan harga energi juga turut memberikan dukungan.
“Pasar juga diuntungkan oleh pelebaran diskon harga minyak sawit terhadap gasoil. Saat ini, pasar tampaknya mengabaikan lemahnya ekspor minyak sawit Malaysia pada Agustus serta belum adanya penurunan produksi yang signifikan,” kata Bagani, seperti dikutip Reuters.