Lembaga survei kargo Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Agustus turun 14,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, AmSpec Agri Malaysia diperkirakan merilis estimasinya pada hari yang sama.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 1,01 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,07 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga melonjak 2,33 persen.
Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah naik sekitar USD1 setelah kembali pecahnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru mengenai potensi gangguan pasokan dari salah satu kawasan produsen minyak mentah utama dunia.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.