sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Naik 3 Hari, Tembus Level Tertinggi 7 Pekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
22/01/2026 15:35 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis (22/1/2026).
Harga CPO Naik 3 Hari, Tembus Level Tertinggi 7 Pekan. (Foto: Freepik)
Harga CPO Naik 3 Hari, Tembus Level Tertinggi 7 Pekan. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis (22/1/2026).

Kenaikan ini ditopang oleh penguatan harga minyak nabati pesaing serta harga minyak mentah, meski penguatan nilai tukar ringgit membatasi laju kenaikan.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange 1,01 persen menjadi 4.196 ringgit Malaysia per ton pada pukul 15.07 WIB.

PhillipCapital dalam catatannya menyebutkan, dikutip Dow Jones Newswires, harga minyak sawit menguat pada perdagangan awal Asia seiring kenaikan harga minyak kedelai semalam di Chicago Board of Trade.

Sentimen pasar yang positif, di tengah ekspektasi permintaan yang kuat dalam beberapa pekan ke depan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, turut menopang harga CPO.

PhillipCapital memperkirakan level resistance futures CPO berada di 4.250 ringgit per ton, dengan level support di 4.090 ringgit per ton.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,8 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melonjak 1,43 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menguat 0,24 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, mengingat komoditas tersebut saling bersaing dalam merebut pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah menguat tipis setelah Presiden Amerika Serikat (AS) mundur dari ancaman pengenaan tarif dalam upayanya mengambil alih Greenland.

Langkah ini meredakan risiko perang dagang antara AS dan Eropa, sekaligus mendukung prospek ekonomi global serta permintaan minyak.

Penguatan harga minyak mentah juga membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Di sisi lain, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement