IDXChannel - Pemerintah berupaya mempercepat transformasi digital global dan disrupsi pasar tenaga kerja yang berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kemajuan teknologi tidak dianggap sebagai krisis, melainkan hal strategis.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan Indonesia memilih pendekatan optimistis dan adaptif dalam perubahan dunia kerja. Mengacu pada proyeksi World Economic Forum (WEF), meskipun jutaan pekerjaan berpotensi tergantikan, peluang penciptaan lapangan kerja baru justru terbuka lebih besar.
"Indonesia memandang ini bukan sebagai krisis pekerjaan, tetapi sebagai peluang pekerjaan. Peluang untuk memanfaatkan individu dengan keterampilan, kemampuan beradaptasi, inovasi dan kontribusi dalam dunia yang terus berubah," ujarnya dalam panel diskusi bertajuk 'Crisis or Opportunity? Skills for a 2030 Workforce', yang digelar di WEF Davos, Swiss, dikutip Kamis (22/1/2026).
Optimisme tersebut didukung oleh agenda penguatan talenta digital nasional, Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam lima belas tahun ke depan.