Pemerintah telah menjalankan beberapa program berskala nasional, mulai dari kartu prakerja hingga transformasi pendidikan vokasi sebagai bagian dari upaya sistematis menyiapkan sumber daya yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Pemanfaatan AI di sektor riil juga tak luput disorot, khususnya di bidang kesehatan dan layanan publik. President of the Center Global Health and Development serta Co-Chair Women's Health and Economic Empowerment Network Joanne Manrique menegaskan AI seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas operasional sehingga manusia dapat berfokus pada peran strategis dan empatik.
"Kita menggunakan AI untuk tugas-tugas yang rutin namun ketika menyangkut perancangan model kesehatan finansial dan diplomasi pembiayaan, peran manusia tetap tidak tergantikan," kata Joanne.
Dari perspektif pendidikan dan literasi digital, Founder dan Chief Executive Officer AI Academy Asia Bolor-Erdene Battsengel menekankan pentingnya pemahaman dasar tentang AI sejak dini. "Literasi algoritma diperlukan agar generasi muda memahami bahwa AI merupakan alat pendukung, bukan pembuat keputusan hidup," ujarnya.