Peran kebijakan publik dan kolaborasi lintas sektor turut disoroti. Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rudy Salahuddin menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem talenta nasional.
"Di Indonesia kami bekerja sama dengan sektor swasta tidak hanya dalam penyediaan pelatihan dan pendidikan, tetapi juga dalam penyesuaian kurikulum dan standar industri agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja," kata Rudy.
Dia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan insentif untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia. "Kami memberikan fasilitas pengurangan pajak hingga 200 persen bagi sektor swasta yang berinvestasi di bidang pelatihan dan pendidikan tenaga kerja," katanya.
Secara konklusi, forum menegaskan kesiapan tenaga kerja menuju 2030 tidak hanya ditentukan adopsi teknologi, tetapi juga kualitas kebijakan, kolaborasi lintas serta komitmen untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat sumber daya bersaing global.
(Dhera Arizona)