Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, harga minyak Brent melonjak sekitar 2 persen hingga menembus USD90 per barel pada Senin, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah yang mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik secara ekonomi.
Di sisi lain, Departemen Meteorologi Malaysia mengatakan kepada Reuters bahwa negara tersebut diperkirakan mengalami suhu tertinggi dalam sejarah pada tahun depan seiring menguatnya El Niño.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan produksi minyak sawit.