Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, impor minyak nabati India diperkirakan meningkat pada periode Juli hingga Oktober.
Perlambatan pengolahan kedelai dan rapeseed diperkirakan mengurangi pasokan domestik menjelang puncak permintaan musim festival.
Managing Partner GGN Research, Rajesh Patel, mengatakan impor minyak nabati India pada Juli diperkirakan melonjak hingga 54 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 750.000 ton, level tertinggi dalam lima bulan.
Di sisi lain, Malaysian Palm Oil Council memperkirakan harga CPO Malaysia bergerak di kisaran 4.400-4.650 ringgit per metrik ton sepanjang Agustus.