Meski produksi TBS inti tidak mengalami perubahan signifikan, produksi crude palm oil (CPO) meningkat 5 persen menjadi 136 ribu ton. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya tingkat ekstraksi minyak sawit (CPO extraction rate) serta meningkatnya pasokan TBS dari pihak eksternal.
"Lonsum tetap berkomitmen, antara lain, pada pengendalian biaya, efisiensi operasional, dan prioritas pengeluaran modal sambil berfokus pada peningkatan produktivitas dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan," tutur Tan Agustinus.
Per 30 Juni 2026, jumlah aset Lonsum mencapai Rp16,29 triliun, meningkat dari periode akhir 2025 sebesar Rp15,5 triliun.
Jumlah liabilitas meningkat menjadi Rp1,9 triliun dengan ekuitas mencapai Rp14,31 triliun.
(DESI ANGRIANI)