Namun, imbuh Bagani, kenaikan harga dibatasi oleh estimasi produksi yang lebih tinggi pada periode 1-20 Juli serta belum adanya alokasi program biodiesel B50 di Indonesia.
Sementara itu, harga minyak mentah melonjak lebih dari USD3 per barel setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi melancarkan serangan bersama di Irak.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,11 persen, sedangkan kontrak minyak sawit naik 0,49 persen.
Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,06 persen.