Pergerakan CPO biasanya mengikuti harga minyak nabati pesaing karena saling bersaing di pasar minyak nabati global.
Survei Reuters menunjukkan persediaan CPO Malaysia kemungkinan turun pada Maret, bahkan menjadi penurunan terbesar dalam tiga tahun dan berada di level terendah sejak Juli tahun lalu. Lonjakan ekspor diperkirakan lebih besar dibandingkan kenaikan produksi yang masih terbatas.
Sementara itu, ringgit Malaysia melemah tipis 0,05 persen terhadap dolar AS, membuat harga CPO menjadi sedikit lebih murah bagi pembeli luar negeri dan turut menopang permintaan. (Aldo Fernando)