Lonjakan harga energi ini, kata dia, meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.
Meski mengalami koreksi, Ibrahim menegaskan, emas masih relevan sebagai aset lindung nilai (safe haven). Dia menilai pelemahan saat ini merupakan koreksi wajar di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi.
Di dalam negeri, kata dia, potensi pelemahan rupiah justru dapat menahan penurunan harga logam mulia lebih dalam. Dengan demikian, meskipun harga emas dunia turun, harga logam mulia berpeluang bergerak stabil dan tetap berada di kisaran tinggi, mendekati level Rp3 juta per gram dalam waktu dekat.
(Dhera Arizona)