Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa Iran telah menawarkan sebuah “hadiah” sebagai bentuk itikad baik dalam negosiasi, yang disebut berkaitan dengan arus di Selat Hormuz.
Menurut laporan Axios, AS bersama mediator regional juga tengah membahas kemungkinan menggelar pembicaraan damai tingkat tinggi secepatnya pada Kamis, namun masih menunggu respons dari Teheran.
Pada hari yang sama, The Wall Street Journal melaporkan, AS berencana mengerahkan sekitar 3.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah, seiring Gedung Putih mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengurangi tekanan Iran terhadap jalur Selat Hormuz.
Harga energi yang tinggi akibat perang Iran meningkatkan risiko inflasi, sehingga mendorong investor memperkirakan suku bunga lebih tinggi.
Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Penurunan saham dan obligasi global juga memaksa sebagian investor melepas posisi emas untuk mendapatkan likuiditas, sehingga memperbesar tekanan terhadap logam mulia yang masih berada di ambang memasuki pasar bearish.