Namun, di sinilah perbedaan antara reaksi jangka pendek dan penilaian fundamental mulai terlihat.
Koreksi tajam harga emas lebih mencerminkan aksi ambil untung dan penyesuaian sentimen global, bukan perubahan tren struktural.
Secara bulanan, emas masih mencatatkan kenaikan 13,25 persen dan membukukan reli enam bulan beruntun, meski terkoreksi 1,85 persen secara mingguan.
Artinya, volatilitas tinggi belum tentu menggerus prospek jangka menengah sektor emas.
Dari sisi emiten, Riset BRI Danareksa Sekuritas menilai, pada Jumat (30/1), melihat valuasi saham emas domestik masih relatif menarik, bahkan cenderung undervalued, jika dibandingkan dengan eksposur mereka terhadap harga emas.